Seminar Nasional Ilmu Komputer (SNIKOM), Volume 2017, Issue 1

Teknik Canonical Gray Code Pada Enkripsi

Andysah Putera Utama Siahaan, Mesran Mesran, Robbi Rahim


Dibaca : 178 kali | Kategori Publikasi : Nasional


ABSTRACT

Pure Binary Code (PB) dan Canonical Gray Code (CGC) adalah bagian dari pengolahan steganografi. Istilah ini tidak asing lagi jika menggunakan metode Bit-plane Complexity Segmentation (BPCS). Pembahasan kali ini adalah bagaimana menerapkan teknik ini kedalam proses enkripsi murni. Seperti yang diketahui CGC berfungsi untuk mengubah pola warna agar dapat disisipkan informasi. Pada proses enkripsi ini, perubahan dari PBC ke CGC merupakan teknik enkripsi tersebut. Pada PBC, nilai ASCII diperoleh dari konversi karakter menjadi byte. Nilai dari byte tersebut akan dikonversi menjadi bilangan biner. Sebelum menjadi ciphertext, biner tersebut akan dilakukan proses konversi dari PBC menjadi CGC sehigga biner yang yang dihasilkan adalah merupakan hasil proses enkripsi. Metode ini sangat cepat dalam pengerjaannya karena tidak ada perhitungan matematika yang kompleks dan rumit. Metode ini hanya menggunakan proses XOR pada bit yang saling berdampingan. Akan tertapi selain mempunyai keunggulan, teknik enkripsi ini mempunyai kelemahan dimana enkripsi ini tidak menggunakan kunci untuk mengubah plaintext menjadi ciphertext.


Download PDF : PDF


REFERENCES


[1] S. S. Khaire dan S. L. Nalbalwar, “Review: Steganography - Bit Plane Complexity Segmentation (BPCS) Technique,” International Journal of Engineering Science and Technology, vol. 2, no. 9, pp. 4860-4868, 2010.
[2] P. P. Khairnar dan V. S. Ubale, “Steganography Using BPCS Technology,” International Journal Of Engineering and Science, vol. 3, no. 2, pp. 08-16, 2013.
[3] A. P. U. Siahaan, “High Complexity Bit-Plane Security Enhancement in BPCS Steganography,” International Journal of Computer Applications, vol. 148, no. 3, pp. 17-22, 2016.
[4] A. P. U. Siahaan, “Vernam Conjugated Manipulation of Bit-Plane Complexity Segmentation,” International Journal of Security and Its Applications, vol. 11, no. 9, 2017.
[5] I. Sumartono, A. P. U. Siahaan dan N. Mayasari, “An Overview of the RC4 Algorithm,” IOSR Journal of Computer Engineering, vol. 18, no. 6, pp. 67-73, 2016.
[6] I. Sumartono, A. P. U. Siahaan dan Arpan, “Base64 Character Encoding and Decoding Modeling,” International Journal of Recent Trends in Engineering & Research, vol. 2, no. 12, pp. 63-68, 2016.
[7] M. Iqbal, Y. Sahputra dan A. P. U. Siahaan, “The Understanding of GOST Crytography,” Inter national Journal of Engineering Trends and Technology, vol. 39, no. 3, pp. 168-172, 2016.
[8] E. Hariyanto dan R. Rahim, “Arnold’s Cat Map Algorithm in Digital Image Encryption,” International Journal of Science and Research, vol. 5, no. 10, pp. 1363-1365, 2016.




Tag : enkripsi gray code, teknik gray code, teknik canonical gray code, teknik cgc, teknik enkripsi


Bila berita ini bermanfaat silahkan share Teknik Canonical Gray Code Pada Enkripsi ini dengan teman anda, Terima kasih sebelumnya

Berikan Komentar Anda Pada Berita Teknik Canonical Gray Code Pada Enkripsi

Anda berada di halaman Teknik Canonical Gray Code Pada Enkripsi, dan telah membaca artikel Teknik Canonical Gray Code Pada Enkripsi. Artikel Teknik Canonical Gray Code Pada Enkripsi bisa anda peroleh pada halaman http://www.mesran.web.id/publikasi-57-teknik-canonical-gray-code-pada-enkripsi.html . Anda bisa meng-COPY/PASTE artikel ini dengan meletakkan link Teknik Canonical Gray Code Pada Enkripsi sebagai sumbernya.
Web Rekomendasi
Publikasi Ilmiah
 Copyright (c) 2011 - 2018 mesran.web.id